Pentingnya
Etika Bisnis
Pentingnya etika bisnis berlaku
untuk kedua perspektif, baik lingkup makro maupun mikro, yang akan dijelaskan
sebagai berikut :
1. Perspektif
Makro
Pertumbuhan suatu
negara tergantung pada market system yang berperan lebih efektif dan efisien
daripada command system dalam mengalokasikan barang dan jasa. Beberapa kondisi
yang diperlukan market system untuk dapat efektif, yaitu: a) Hak memiliki dan
mengelola property swasta
b) Kebebasan
memilih dalam perdagangan barang dan jasa. dan
c) Ketersediaan
informasi yang akurat berkaitan dengan barang dan jasa.
Jika salah satu
subsistem dalam market system melakukan perilaku yang tidak etis, maka hal ini
akan mempengaruhi keseimbangan sistem dan menghambat pertumbuhan sistem secara
makro. Pengaruh dari perilaku tidak etik pada perspektif makro dapat
menyebabkan timbulnya penyogokan atau suap, pemaksaan, diskrimasi yang tidak
jelas, dan sebagainya.
2. Perspektif
Mikro
Dalam lingkup ini
perilaku etik identik dengan kepercayaan atau trust. Dalam lingkup mikro
terdapat rantai relasi dimana supplier, perusahaan, konsumen, karyawan saling
berhubngan kegiatan bisnis yang akan berpengaruh pada lingkup makro. Tiap mata
rantai penting dampaknya untuk selalu menjaga etika, sehingga kepercayaan yang
mendasari hubungan bisnis dapat terjaga dengan baik.
Standar moral
merupakan tolak ukur etika bisnis. Dimensi etik merupakan dasar kajian dalam
pengambilan keputusan. Etika bisnis cenderung berfokus pada etika terapan
daripada etika normatif. Dua prinsip yang dapat dugunakan sebagai acuan dimensi
etik dalam pengambilan keputusan, yaitu :
a) Prinsip
konsekuensi adalah konsep etika yang berfokus pada konsekuensi pengambilan
keputusan. Artinya keputusan dinilai etik atau tidak berdasarkan konsekuensi
keputusan tersebut.
b) Prinsip
tidak konsekuensi adalah terdiri dari rangkaian peraturan yang digunakan
sebagai petunjuk atau panduan pengambilan keputusan etik dan berdasarkan alasan
bukan akibat yang antara lain terdiri dari prinsip hak dan prinsip keadilan.
