Senin, 01 Oktober 2012

Masih perlukah mata kuliah Pendidikan Pancasila diajarkan di perguruan tinggi ?



Menurut saya sangat perlu karena Pendidikan Pancasila itu harus ditanamkan sejak dini dan pancasila itu ideologi bangsa yang harus ditanamkan digenarasi muda sekarang ini. Pada mata kuliah Pendidikan Pancasila ini memberikan penjelasan tentang pentingnya pendidikan pancasila diberikan diperkuliahan sebagai sudut pandang, serta dibahas permasalahan tentang SARA, HAM, krisis ekonomi dan berbagai pemikiran dari nilai-nilai pancasila. Tujuannya Pendidikan Pancasila itu adalah untuk memahami landasan Pancasila, memahami pengertian Pancasila, serta mengerti fungsi Pancasila dan manfaat Pancasila didalam kehidupan kita. Dimana banyak mengandung nilai-nilai luhur yang harus ditanamkan didalam hati kita. Hak dan kewajiban kita sebagai pembangun bangsa harus memiliki nilai pancasila yang mengakui adanya Tuhan, kemanusiaan yang adil dan beradab, bersatu, saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain, taat peraturan dan hukum, memiliki nilai moral, mencegah berbuat asusila, serta berpartisipasi dalam hal pembangunan negara dan sebagai pola teladan anak negeri. Dengan adanya matakuliah pancasila ini agar mahasiswa mampu berfikir kreatif, logis dan inovatif dalam memecahkan sebuah masalah dalam negara dan hak asasi manusia secara damai dan tentram tanpa dengan kekerasan didalamnya, serta meletakkan nilai-nilai secara bijak dan beradab.

Sudah seharusnya mempelajari, mendalami dan mengembangkannya serta mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tanggung jawab yang lebih besar untuk mempelajari dan mengembangkan Pancasila itu sesungguhnya terkait dengan kebebasan yang dimilikinya. Pendidikan Pancasila itu dapat membentuk watak mahasiswa yang kukuh, juga untuk memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Pancasila dan agar mahasiswa memahami, menghayati dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari.




1 komentar: